KEDIRI – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Selasa (21/7) sore. Seorang pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Kediri meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak KA Dhoho yang melaju dari arah Kediri menuju Tulungagung.
Kapolsek Kras AKP Agus Salim membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.50 WIB di perlintasan JPL 265 KM 172+7/8 pada petak jalan rel Kras–Ngadiluwih.
Korban diketahui berinisial MS (17), warga Desa Jambean, Kecamatan Kras. Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, korban sempat dilarikan ke RSU Arga Husada untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, luka berat yang dideritanya membuat nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Agus.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 3513 EAC dari arah timur menuju barat. Pada saat yang bersamaan, KA Dhoho melintas di jalur tersebut.
Diduga korban tetap melintasi perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu sehingga sepeda motor yang dikendarainya tertemper kereta api.
Tak lama setelah kejadian, Polsek Kras menerima laporan dari perangkat Desa Jambean. Petugas kepolisian bersama personel Satlantas Polres Kediri kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik korban.
Selain itu, sejumlah saksi turut dimintai keterangan, di antaranya perangkat desa setempat dan petugas keamanan Stasiun Kras. Keterangan para saksi akan menjadi bagian dari proses penyelidikan guna mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan.
"Perkara ditangani Satlantas Polres Kediri," jelas Agus.
Sementara itu, pasca-insiden tersebut, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyampaikan bahwa KA 406 Commuter Line Dhoho sempat melakukan berhenti luar biasa (BLB) di lokasi kejadian. Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan kondisi rangkaian kereta tetap aman setelah terjadi benturan.
Setelah proses pemeriksaan selesai dan dipastikan tidak ada gangguan pada sarana kereta, perjalanan KA Dhoho kembali dilanjutkan menuju tujuan akhir. Akibat insiden tersebut, perjalanan kereta api lokal itu mengalami keterlambatan sekitar sembilan menit.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, khususnya yang tidak dilengkapi palang pintu. Pengguna jalan diminta memastikan kondisi jalur benar-benar aman dengan melihat ke kanan dan kiri serta mendahulukan perjalanan kereta api demi menghindari kecelakaan serupa.(red/lis)


0 Komentar