Breaking News

Terendam Luapan Air Hujan, Aktivitas Tatap Muka SDN 1 Besole Dihentikan Sementara


radarjawatimur.my.id, Tulungagung
- Sebanyak 90 siswa SDN 1 Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, harus mengikuti pembelajaran dari rumah setelah banjir menggenangi lingkungan sekolah pada Senin (2/11/2026).

Genangan air terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tulungagung sejak Minggu malam hingga Senin pagi. Air bahkan masuk ke sejumlah ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar secara langsung belum memungkinkan untuk dilaksanakan.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Dwi Teguh Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, beberapa bagian ruang kelas terdampak genangan akibat luapan air hujan.

“Pagi tadi SDN 1 Besole di Kecamatan Besuki terendam banjir hingga air masuk pada sebagian ruang kelas,” ujar Dwi saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

90 Siswa Dialihkan ke Pembelajaran Daring

Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung untuk menentukan langkah pembelajaran sementara.

Demi menjaga keselamatan para siswa, kegiatan belajar mengajar untuk seluruh jenjang kelas I hingga VI dialihkan menjadi pembelajaran daring dari rumah.

“Kami sudah sampaikan ke pihak sekolah untuk dilakukan pembelajaran secara daring dari rumah karena sekolah masih tergenang air,” jelas Dwi.

Kebijakan tersebut berlaku bagi sekitar 90 peserta didik. Selain genangan di lingkungan sekolah, kondisi sejumlah ruang kelas yang masih basah juga menjadi pertimbangan untuk tidak menggelar pembelajaran tatap muka.

Sekolah Kerap Terdampak Banjir

Dwi menyebut banjir yang terjadi di SDN 1 Besole bukan kali pertama. Lokasi serta kondisi lingkungan di sekitar sekolah membuat fasilitas pendidikan tersebut rawan tergenang, terutama ketika curah hujan meningkat pada musim penghujan.

Dinas Pendidikan Tulungagung akan terus memantau perkembangan kondisi sekolah, termasuk ketinggian genangan air. Pemantauan dilakukan untuk menentukan waktu yang tepat bagi siswa kembali mengikuti kegiatan belajar secara langsung.

Menurut Dwi, pembelajaran jarak jauh akan tetap diberlakukan selama kondisi sekolah belum memungkinkan digunakan.

“Pembelajaran daring dilakukan sembari melihat kondisi banjir di sekolah. Apabila banjir sudah surut, maka pembelajaran kembali tatap muka,” pungkasnya. (red.ASM)

0 Komentar

© Copyright 2022 - RADAR JAWA TIMUR
https://www.radarjawatimur.my.id/p/box-redaksi-radar-jawa-timur.html